Rabu, 16 Oktober 2013

KAMPUNG ISLAM KUSAMBA - BALI, MAYORITAS PENGHUNINYA KETURUNAN BANJAR



Mayoritas penduduk Kampung Islam Kusamba di Pulau Bali adalah asal Banjar(masin). Benarkah demikian? Apakah ada hubungannya dengan 'Banjar' di Provinsi Kalimantan Selatan? Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah tidak mustahil, dan kemungkinan besar adalah benar saja adanya. Kenapa? Hal ini seperti kata pepatah, 'bertemu ruas dengan buku' dengan pernyataan Drs. Haji Harun Al Rasyid -pernah menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat- bahwa para pendahulu (maksudnya; orang-orang Banjar yang telah lama menetap dan telah menurunkan zuriat/orang-orang Banjar di Nusa Tenggara Barat sekarang; catatan oleh Penulis) ini ikut menyebarkan agama Islam selain di Pulau Lombok juga di Pulau Bali, khususnya di Kerajaan Karang Asem dan Kerajaan Klungkung di Bali tempo dulu ................



bersambung

Rabu, 09 Oktober 2013

Jumat, 27 September 2013

Kamis, 26 September 2013

Lagu Banjar - Pamali Cipt. Enos Karli - HD



Pamali dalam masyarakat Banjar adalah suatu tradisi lisan, yakni dengan memberdayakan potensi bahasa agar anak-anak dapat menjauhi atau meninggalkan tingkah laku tertentu karena takut pada akibat (yang ditimbulkan oleh tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan).


bersambung .......................



Sanja Kuning

Rabu, 28 Agustus 2013

WAYANG BANJAR, BUDAYA BANUA YANG JADI WARISAN SEJARAH DUNIA




" Siapa waruh, siapa tembuh. Jajar jajarani pasibani sintan. Jajar urang di nagara Sukalima Madigandapura, jajar urang di nagara Pandawa. Sintan kindal juminang nata, la iku rupani Prabu Darmakesuma .................................................................................................................... "

Kata-kata dan ejaan berbahasa Jawa Kuno bercampur baur dengan kata-kata yang berasal dari bahasa Banjar, itulah ciri khas dari wayang Banjar. Salah satu warisan sejarah dunia yang berasal dari Tanah Banjar di Kalimantan.

Pada masa dahulu, wayang (kulit) menjadi alat penyebaran agama Hindu di Pulau Jawa dan Bali oleh para pendeta maupun para peniaga asal anak benua India. Pada masa itu yang dikenal hanyalah jenis wayang kulit; yaitu sosok wayang yang berbahan dasar dari kulit hewan, terutama kerbau. Jenis wayang kulit kemudian menyebar, tidak lagi hanya berpusat di Pulau Jawa dan Bali, tetapi menyebar menyeberangi pulau hingga ke Sumatera, Kalimantan maupun Kepukauan Nusa Tenggara. Hal ini dibuktikan dengan adanya jenis-jenis wayang yang sekarang dinamakan  wayang palembang, wayang sasak, serta wayang banjar. 


bersambung .................................. 

Minggu, 25 Agustus 2013

Selasa, 23 Juli 2013

Selasa, 21 Mei 2013

MUSIK TARBANG AL BANJARI PENANGGUNGAN, Eksisnya Urang Banjar Di Malang - Jawa Timur

Ustadz Suhaimi yang mukim di bilangan Kebalen-Malang mungkin dapat dikatakan sebagai orang yang memperkenalkan jenis musik (Islami) yang dibawa /diperkenalkan oleh orang-orang asal Banjar di Kalimantan kepada khalayak/masyarakat di wilayah Malang pada kisaran tahun 1998.

bersambung ...........................

Kamis, 02 Mei 2013

KOTA PADANG, KENANGAN TENTANG EKSISNYA ORANG ORANG BANJAR DI SUMATERA BARAT


.............................. selama dibesarkan di Padang, tempat di mana ia dilahirkan di 'Kampung Banjar', (tempat berdiam) keturunan Raja-raja Banjar yang dibuang Belanda ke Sumatera Barat setelah Perang Banjar (usai).
.............................. " Kami semua punya toko-toko emas dan berlian di Padang ". .............................

" Kemudian, berkat bantuan beberapa pedagang , dibeli tanah di belakang deretan toko emas orang Banjar. Di atas tanah itu didirikan masjid ".
" Perlahan tapi pasti, masjid itu terus disempurnakan dan diperbesar. Para jamaah menamakannya Masjid Banjar ..........................................".


Beberapa kalimat di atas saya cuplik dari hasil wawancara-tulisan Agus Suyono -wartawan Banjarmasin Post di London, Inggris, dengan Prof. Dr. Pangeran Sharif Fihir Ahmad Sahabuddin Al Husaini di Amsterdam, Belanda, pada tahun 1986 atau lebih tepatnya dua puluh tujuh tahun yang lalu.

Sedangkan deretan kalimat kedua dari pengantar tulisan ini .......................................



bersambung



Minggu, 13 Januari 2013

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes