Jumat, 03 November 2017

SURAT-SURAT DIPLOMATIK KESULTANAN BANJARMASIN DALAM DAMAI DAN PERANG



"Salam sembah putera andika Pangeran di Banjarmasin datang kapada Sultan Demak. Putera andika manantu nugraha minta tolong bantuan tandingan lawan sampiyan karana putera andika barabut kerajaan lawan paranah mamarina iaitu namanya ..........................................". [Kutipan isi surat Pangeran Samudera kepada Sultan Trenggana -raja di Kerajaan Demak- yang diantarkan oleh Patih Balit]



Kutipan pada pembuka karangan di atas merupakan [sebagian] isi surat dari Pangeran Samudera yang disampaikan oleh Patih Balit kepada Sultan Trenggana, raja Kerajaan Demak di Pulau Jawa. Untuk mengawal warkat pesan dari Pangeran Samudera itu, Patih Balit ditunjuk sebagai pimpinan perutusan dan diperlengkapi dengan pengiring berjumlah sebanyak 400 orang. Mereka dengan gagah berani berjuang mengarungi Laut Jawa dengan memakai 10 buah kapal pengangkut.

Selengkapnya bunyi isi surat yang ditulis dengan memakai aksara Arab dan berbahasa Melayu/Banjar itu adalah sebagai berikut:   "Salam sembah putera andika Pangeran di Banjarmasin datang kapada Sultan Demak. Putera andika manantu nugraha minta tolong bantuan tandingan lawan sampiyan karana putera andika barabut kerajaan lawan paranah mamarina iaitu namanya Pangeran Tumenggung. Tiada dua-dua putera andika iaitu masuk mangula kapada andika maka parsambahan putera andika intan sapuluh bigi, paikat saribu galung, tudung saribu buah, damar saribu kandi, jaranang sapuluh pikul, dan lilin sapuluh pikul".

Mungkin itulah manuskrip/naskah tulisan tangan tertua dari surat-surat diplomatik Kesultanan Banjarmasin yang pernah ada dan mampu terbaca. Sayangnya, semua yang tersurat di atas hanyalah kutipan yang diambil daripada buku berbahasa Belanda yang berjudul De Vroegste Geschiedenis van Banjarmasin, berangka tahun 1877, halaman 264, yang ditulis oleh F.S.A. De Clereq [lihat Sejarah Banjar, M.Suriansyah Ideham, B.A., dkk, hal. 61].

Ada berapa banyak sebenarnya jumlah manuskrip [yang berupa] surat-surat diplomatik yang sudah [pernah] dimiliki/dikeluarkan/diterima [oleh] Kesultanan Banjarmasin?  Waduhhhh. Suatu pertanyaan yang menantang  !!!!!





Kesultanan Banjarmasin yang telah eksis sejak Abad ke-15 merupakan salah satu kerajaan [maritim] terbesar di Nusantara, serta banyak mendapat pengaruh Islam dalam corak pemerintahannya. Mengutip pendapat sejarawan A.B. Lapian, dikatakannya; "setelah masuknya Islam telah muncul beberapa kerajaan besar yang memainkan peranan penting di Nusantara, seperti Aceh, Banjar, Banten, Bima, Bone, Deli, Gowa, Mataram, Riau, Siak, Ternate, Tidore, dan sebagainya. Semuanya berhasil mempersatukan berbagai suku bangsa di bawah satu emerintahan pusat, jadi dapat dilihat sebagai langkah yang lebih maju dari[pada] unit-unit yang masih terbatas pada ikatan desa, suku atau suku bangsa".


................... bersambung


0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes